Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Firefox 2

Quest Book

Waktu saat ini menunjukkan :

 

Kamu adalah pengunjung ke

Customize your blog

Written By generated on Tuesday, 13 February 2007 | 15:04

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar
Semua menganggap dirinyalah yang terbaik
yang paling penting
yang paling bermanfaat
yang paling disukai
HIJAU berkata:"Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati.
Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas ...."
BIRU menginterupsi :
"Kamu hanya berpikir tentang bumi,
pertimbangkanlah langit dan samudra luas.
Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan
awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan.
Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"
KUNING cekikikan :
"Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia.
Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."
ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya :
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia.
Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya.
Aku tidak ada dimana-mana setiap saat,
tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam.
Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian
akan terbetik di pikiran orang."
MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak :
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan!
Aku adalah warna bahaya dan keberanian.
Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa.
Aku membawa api ke dalam darah.
Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."
UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu :
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
"Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin dan para
Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan.
Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."
Akhirnya NILA berbicara
lebih pelan dari yang
lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama :
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam.
Kalian jarang memperhatikan ada aku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal.
Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut.
Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri,
masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras.
Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar.
Hujan mulai turun tanpa ampun.
Warna-warna bersedeku
bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.


Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara :
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain,
masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian
tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,
unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"
Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati
hujan, yang kemudian berkata :

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur,
masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai
busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama
dalam kedamaian.



Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat
Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu
MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK
KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA
DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....


Persahabatan itu bagaikan pelangi :
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.

Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.


SUDAHKAH ANDA MERASA MENJADI SAHABAT BAGI REKAN KERJA ANDA SENDIRI?
15:04 | 0 comments

berinteraksi dengan pendengar yang sombong, pendiam dan cerewet

Bagaimana Anda berinteraksi dengan pendengar yang sombong, pendiam dan cerewet? Silahkan Anda gunakan tips dan trik di bawah ini.


Bagaimana Anda Berinteraksi Dengan Pendengar Yang Sombong?

1. Raihlah simpatinya hingga memungkinkan Anda memberikan nasihat kepadanya.

2. Hiasilah diri Anda dengan sikap percaya diri untuk berinteraksi dengannya.

3. Arahkanlah dia serta berilah dia nasihat dengan secara tidak langsung.

4. Tampakkanlah padanya kebaikan dan keindahan pendapat-pendapat orang lain.

5. Berpartisipasilah bersamanya dalam pekerjaan-pekerjaan pribadi yang hebat dan unggul.

6. Ambillah manfaat dari ide dan pendapatnya.

7. Tampakkanlah padanya kekaguman dan kebanggaan Anda terhadap ide dan pendapatnya.

8. Buatlah ia memiliki perasaan memerlukan kepada orang lain.

9. Hindarilah dari posisi-posisi yang membangkitkan kesombongannya.

10. Hargailah pendapatnya serta pergauilah ia dengan akal dan hati yang terbuka


Bagaimana Anda Berinteraksi Dengan Pendengar Yang Cerewet (Banyak Omong)?

1. Potonglah pembicaraannya dengan bijaksana dan diplomasi. Lalu mintalah ia menyimpulkan apa yang ia katakan.

2. Mintalah ia untuk mencatatkan pandangan dan pemikirannya. Serta di akhir penyampaian pembicaraannya, berilah ia alokasi waktu yang sempit untuk menyimpulkannya.

3. Ketika ia berhenti berbicara, bersegeralah Anda untuk menyimpulkan apa yng dikatakannya, setelah itu berpindahlah kepada point berikutnya.

4. Janganlah Anda memfokuskan pandangan Anda padanya, pura-puralah tidak peduli terhadap seluruh komentar-komentarnya.

5. Biarkanlah para pendengar memotong pembicaraannya setiap kali ia mendesak untuk berbicara.

6. Ketika berbicara dengannya, pergunakanlah pertanyaan-pertanyaan terbatas dan tertutup, yaitu pertanyaan yang jawabannya selalu dijawab dengan ?ya? atau ?tidak?.

7. Batasilah waktu berbicara dengannya serta tentukanlah dengan teliti point-point pembicaraan dengannya.

8. Janganlah Anda menyimak setiap kalimat yang diucapkannya.
Serta, ingatkanlah ia pada tema asal pembicaraan.

9. Tentukanlah waktu untuk bertemu dengannya setelah selesai dari pertemuan, perkumpulan atau setelah berinteraksi dengannya.


Bagaimana Anda Berinteraksi Dengan Pendengar Yang Pendiam?

1. Berusahalah untuk mendekatinya.

2. Ketika berbicara dengannya, pergunakanlah pertanyaan-pertanyaan uraian dan terbuka, yaitu pertanyaan yang memakai kata tanya: apa?
bagaimana?, kapan?, dan di mana?

3. Usahakanlah untuk mengajaknya dalam berbagai pekerjaan dan kunjungan bersama.

4. Hindarilah dari sikap-sikap yang dapat menyakitinya.

5. Buatlah ia merasakan urgensi dirinya dan kehebatan seluruh pendapatnya.

6. Mulailah diskusi bersamanya dari point yang disepakati bersama.

7. Temanilah dengannya serta berbuat ramahlah kepadanya.

8. Bincangkanlah kepadanya tentang diri anda, pekerjaan Anda, problem-problem Anda hingga ia pun melakukan hal yang sama kepada Anda.

9. Ajukanlah kepadanya pertanyaan-pertanyaan langsung, tapi janganlah Anda terlalu banyak memfokuskannya dan menunggu lama agar ia menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.

10. Hati-hatilah dari memvonisnya bahwa dia tidak memperhatikan.
Ingatlah, berapa banyak orang pendiam mengambil manfaat dari pembicaraan lebih banyak dari orang yang berbicara.
15:02 | 0 comments

Vella

Dear Diary,
Hai Di, udah lama Vella ngga nulisin kamu yah,
banyak banget yang Vella mau ceritain ke kamu
Di. Tadi pagi Vella sama temen-temen
ngomongin cowok masing-masing. Di masih inget
sama Evan kan? cowoknya Vella? Vella malu
banget deh sama dia. Dia soalnya nggak kayak
cowok-cowok temen Vella yang lain Di. Sebel deh
sama Evan, bayangin deh Di semua minusnya
Evan nih yah:

Minus 10 karena dia nggak punya handphone,
padahal cowok-cowok temen Vella yang lain
punya handphone.
Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil
sama ortunya karena belum 17, padahal cowok-
cowok temen Vella yang lain biar sama-sama
SMP udah boleh bawa sendiri!
Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak
biasa, padahal cowok-cowok temen Vella yang
lain itu rambutnya gaya abhies.
Minus 10 buat dia karena dia itu nggak suka
ketempat-tempat dugem Di, padahal Vella suka
banget ke sana, malu banget nggak sih punya
cowok kayak gitu.
Minus 10 buat dia lagi Di, karena dia nggak punya
satu pun jacket XSML, padahal cowok-cowok
temen Vella yang lain sering banget belanja
disana, kalau dia sih paling pake bajunya bangsa
bangsa jacket yang merek FILA (idih banget
nggak sich Di!).
Minus 10 banget (dan yang ini banget banget-
banget) karena dia masih suka bawa makanan
dari rumah buat makang siang ke sekolah! Gila
yah Di, malu-maluin banget nggak sih!
Sumpah yah Di, Vella malu banget sama dia,
kayaknya mau putus aja deh Di.
Dear Diary,
Hari Ini valentine, pas Evan ke kelas Vella mau
kasih kado, Vella cuma diem aja. Seharian itu Di,
Vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu
kayaknya Di, kenapa Vella ngindar terus.

Sampe rumah dia nelepon Vella, Vella males tapi
ngomong sama dia Di, Vella suruh pembantu
bilang ke Evan kalau Vella belum pulang. Dia
nelepon 4 kali hari itu tapi Vella males nerima.

Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah
Vella ngindarin Evan pake cara ke WC cewek lah
atau ngumpet-ngumpet lah, dan di rumah Vella
selalu nggak mau nerima telepon dari dia,
kayaknya Vella bener-bener udah illfeel dan malu
pacaran sama dia Di!

Akhirnya waktu itu hari Senin, seperti biasa pas di
sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah
Vella ngumpul di kantin sama temen-temen Vella.
Mereka pada nanya kok Vella ngindarin Evan
terus Vella diem aja, tapi setelah didesak
akhirnya Vella ngaku juga Vella ngomong, "Ah
bete banget gue sama tuh cowok, udah nggak
ada modal mendingan gaul, dan mukanya setelah
gue pikir-pikir biasa banget, ya ampun kok gue
dulu mau yah jadi sama dia? dipelet kali yah
gue!!"

Tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah
punggung Vella, Vella bingung dan nengok Di, ya
Tuhan Di, ternyata ada Evan di belakang Vella
dan kayaknya dia denger yang Vella baru ucapin
barusan. Vella cuma bisa diem tapi Vella sempet
ngeliat Evan sebentar. Dia diem, mukanya nunduk
ke bawah terus dia pelan-pelan pergi dari situ.

Vella diem aja, ada beberapa yang
ngomong "Hayo loo Vel, dia denger lho!!"

Tapi ada juga yang ngomong, "Udahlah Vel,
baguslah denger, nggak ada untungnya tetep
sama dia, ntar elo juga bisa dapet yang lebih
bagus."

Bener juga yah Di, ya udah Vella cuek aja, syukur
deh kalau dia denger. Dia mau minta putus juga
ayo, mau banget malah Vella.

Dua hari pun berlalu Di, dan sejak saat Evan udah
nggak berusaha nyamperin Vella di sekolah atau
nelepon Vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma
diem dan ngelewatin Vella aja.

Seminggu berlalu, 2 minggu berlalu sejak hari itu,
Vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di,
nggak tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan
sesuatu, kadang-kadang Vella suka bengong
bingung sendiri, cuma Vella berusaha ilangin
perasaan itu. Vella nggak tau kenapa jadi males
kemana mana, pengennya sendiri aja, males
ngapain. Semua orang jadi bingung kenapa Vella
berubah jadi kayak gini. Vella sendiri juga nggak
tau kenapa Di.



Dear Diary,
Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella
diem dan ngerenung di dalam kamar. Tiba-tiba di
channel V ada lagunya Janet JaCkson Di! Tau
kan liriknya?

Doesn't really matter what the eyes is seeing,
Cause im in love with the Inner being.

Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru
sadar... Betapa baiknya Evan... Vella nangis
senangisnya Di, karena Vella baru sadar betapa
begonya Vella...

Minus 10 karena Evan nggak punya HP Di, tapi
plus 100 karena dia tiap malem rela jalan jauh ke
wartel buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur
setiap hari...
Minus 10 karena dia nggak dibolehin nyetir mobil
sama ortunya karena belum 17 Di, tapi plus 100
karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda
jauh dari kemang ke bona indah khusus ngapelin
Vella biar ujan sekalipun...
Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa
dan nggak suka di spike, tapi plus 100 karena
dalam keadaan rambut Vella apapun baik bagus
maupun lagi jelek, mau salah potong atau salah
blow atau salah model dia selalu bilang Vella
cantik banget...
Minus 10 karena dia nggak suka ke tempat
dugem Di, tapi plus 100 karena dia rela nemenin
Vella ke tempat-tempat kayak gitu, meski dia
nggak suka dan rela dimarahin ortunya karena
pulang pagi nemenin Vella... dengan naik taksi ke
rumahnya...
Minus 10 karena Evan nggak punya jacket XSML
dan hanya punya jacket FILA biasa, tapi plus 100
karena kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin
Vella jacketnya meski dia sendiri kedinginan...
Minus 10 karena dia bawa makan siang ke
sekolah, tapi plus 100 karena ternyata nabung
uang jajan makan siangnya buat beli kado
valentine buat Vella...
Dari 60 minus yang Evan punya Di, dia punya 600
Plus di hati Vella... dari 1000 kekurangan Evan,
dia punya semilyar kebaikan... Ya Tuhan Di,
betapa begonya Vella yah... Vella yang berutung
sebenernya punya cowok Evan, dan Vella juga
yang nyakitin Evan, padahal nggak pernah
sekalipun dia nyakitin Vella. Malemnya Vella
nangis lama banget Di.
Dear Diary,
Vella ketemu sama Evan di sekolah. Vella kejar
dia dan bilang Vella mau ngomong, Evan diem
aja, tapi pulang sekolah dia nanya Vella mau
ngomong apa. Vella kasih dia kartu buatan Vella,
Vella cium pipi dia dan Vella bilang minta maaf
karena Vella udah nyakitin dia. Dia cuma diem aja
terus pulang... Vella cuma bisa diem karena
sadar, Vella yang berbuat, Vella juga yang
kehilangan... Sakit banget rasanya Di, Vella
pulang sekolah nangis tapi juga sadar itu semua
Vella yang bikin dan Vella pula yang nanggung
resiko-nya...

Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar
Vella, katanya ada telepon. Ternyata bener Di, itu
Evan, dia udah maafin Vella, dia udah lupain
semuanya... aduh Di, girang banget hati Vella, hi
hi hi senengnya.

Nanti malem Evan mau kesini Di, dan Vella mau
dandan secantik-cantiknya buat Evan, jadi Vella
udahan dulu yah Di... thanx banget udah denger
curhat-nya Vella, Vella belajar satu hal Di:

Hargailah apa yang kamu miliki sekarang,
Karena tanpa kamu sadari,
Kamu begitu beruntung telah memiliki-nya.

Selamat malem diaryku...
NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan,
tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan...
15:00 | 0 comments

Search Fast Engine Mbah Google

Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini: