Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Firefox 2

Quest Book

Waktu saat ini menunjukkan :

 

Kamu adalah pengunjung ke

Customize your blog

10 Cara Pintar Belajar

Written By generated on Saturday, 28 April 2007 | 03:51

1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
Fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. Membaca adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. Hapalkan kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan waktu untuk istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur - tak perlu detail - berarti kita sudah paham.

Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah segenap rangkaian kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara sadar oleh seseorang dan mengakibatkan perubahan dalam dirinya berupa penambahan pengetahuan atau kemahiran berdasarkan alat indera dan pengalamannya.Oleh sebab itu apabila setelah belajar peserta didik tidak ada perubahan tingkah laku yang positif dalam arti tidak memiliki kecakapan baru serta wawasan pengetahuannya tidak bertambah maka dapat dikatakan bahwa belajarnya belum sempurna.

Dari pengertian-pengertian yang penulis uraikan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tipe belajar siswa adalah suatu sikap atau lagak yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkannya, berdasarkan pengalaman yang dialaminya sendiri dengan mempergunakan alat indranya.

03:51 | 0 comments

Sistem Belajar Yang Efektif

Belajar adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan dalam proses penguasaan ilmu. Namun, sebelum dan dalam proses belajar itu sendiri ada beberapa faktor yang harus dilakukan supaya suasana belajar kita jadi efektif.

1. Sebelum mulai belajar, aturlah mood yang menunjang untuk belajar. Oleh karena itu pilih waktu, lingkungan dan sikap yang tepat. Misalnya kalau kita merasa lebih nyaman belajar pakai musik yang lembut, siapkan saja beberapa lagu untuk diputar setiap kali kita belajar. Satu yang pasti, tempat kita belajar dan lampu penerangan harus mendukung supaya kita bisa betah belajar dan tidak terganggu.

2. Tandai semua bahan yang kurang dimengerti supaya bisa lebih fokus ketika belajar. Supaya tidak ada yang terlewat ketika belajar, tak ada salahnya mencatat poin-poin yang akan dipelajari.

3. Setelah mempelajari suatu topik tertentu, cobalah mengulang kembali yang telah dipelajari dengan kata-kata sendiri.

4. Bila masih ada topik yang tidak dimengerti, jangan sungkan - sungkan untuk mengulang topik tersebut. Carilah referensi dari beragam sumber, bisa dari buku pendukung lain atau mungkin orang lain yang lebih ahli dalam bidang tersebut seperti guru.

5. Setelah menguasai materi, jangan langsung buru-buru menutup buku, tapi cobalah untuk mengembangkan materi yang ada. Tujuannya supaya materi yang baru dipelajari bisa meresap benar ke pemahaman kita. Materi bisa langgeng di memori kita tanpa perlu menghapal 100%. Caranya :
- Buatlah pertanyaan atau kritik apa yang bakal kita sampaikan kalau seandainya kita bertemu langsung dengan pengarang atau penemu teori yang sedang dipelajari?
- Pikirkan bagaimana teori ini dapat diterapkan ke hal-hal yang sesuai dengan minat pribadi.
- Cobalah membuat informasi yang menarik buat orang lain tentang materi yang baru dipelajari itu. Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.

03:48 | 0 comments

IPDN = Institut Pemukulan Dalam Negeri

Written By generated on Saturday, 21 April 2007 | 03:33


Mungkin berita ini udah agak lama ya, tapi saya juga ingin memberikan tanggapan. Tanggapan saya simple aja koq. Kekerasan itu ndeso banget, he he he.

Mungkin kita mulai dari sejarahnya dulu aja ya, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) adalah salah satu Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri, dengan maksud untuk mempersiapkan kader pemerintahan dalam negeri yang siap tugas dan siap dikembangkan dalam rangka penyelenggaraan tugas pemerintahan dan tugas pembangunan, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat secara berdaya guna dan berhasil guna. Biasanya para lulusan dari IPDN pastimenjadi camat ataupun pegawai Pemda di daerahnya masing-masing. Karena sebagai utusan daerah yang disekolahkan oleh biaya pemerintah atau dengan kata lain memakai uang rakyat ini diharapkan dapat ikut membangun desa ataupun kota tempat asalnya.

IPDN merupakan nama baru karena sebelumnya sekolah ini bernama STPDN yang karena kelakuan dari prajanya sendiri dan insiden budaya pemukulan dalam kampus ini pada tahun 2005 sehingga namanya berganti menjadi IPDN, perubahan yang diatur Keppres Nomor 87/2004 tentang Penggabungan STPDN dan IIP dan Permen Dalam Negeri No. 29 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja IPDN, sebenarnya sudah dirancang sejak 1998 karena ada aturan yang membatasi setiap departemen hanya memiliki satu pendidikan kedinasan.

Sebagai sebuah tempat pendidikan,IPDN mempunyai sejarah yang kelam dengan budaya kekerasan yang sudah mendarah daging dalam diri para praja atau anak didik. Hal itu dikarenakan karena budaya senior dan junior yang digabung dengan kekerasan yang terjadi di dalam kampus. Hal itu pun terjadi juga diketahui oleh para dekan dan rektor kampus IPDN ini, jadi ketika insiden Cliff Muntu, praja asal Sulawesi Utara yang meninggal karena kekerasan seniornya. Pihak IPDN sendiri seperti kebakaran jenggot dan kelabakan ketika pemerintah dan kepolisian melakukan penyidikan dan audit menyeluruh terhadap lembaga ini. Itu khan ulah mereka sendiri,mereka telah melanggar janji setia yang mereka ucapkan dalam apel setiap pagi, dan semuanya seperti ditutup-tutupi seperti tidak terjadi apa-apa dengan kematian dan kehilangan seorang nyawa siswanya. Atau mungkin hal itu sudah biasa terjadi dalam kampus ini ? Sungguh mengerikan … Aq sih ogah ah kuliah di situ,nti badanku benjut semua,masuk rumah sakit, ndak malah bisa belajar, sakitsemua deh …. Belajar nyaman bagaimana, lha wong siswanya dibayangi ketakutan akan sanksi tak tertulis ataupun ancaman dari senior dan oknum IPDN itu sendiri.

Bukan itu saja, salah seorang dosen Bpk Inu Kencana mengungkapkan dengan gamblang apa yang sebenarnya terjadi dalam kampus ini. Adanya KKN dari oknum IPDN, kekerasan senior, perilaku seks bebas para praja, para praja yang menyewa kost walaupun mereka sudah mendapat fasilitas asrama, dll. Entah apa lagi yang belum terungkap ya? Makanya masyrakat Indonesia jadi geram kalau melihat video kekejaman yang terjadi di kampus ini,lha gimana tidak, wong mereka sekolah pakai uang rakyat kok mereka seenaknya saja. Lihat saja para praja yang ada di kampus itu, seperti robot, mereka tidak punya hati nurani walaupun ada temannya yang meninggal tragis. Dimana solidaritas mereka? Mana yang angkat suara?

Maka lumrah aja ada suara sumbang untuk membubarkan lembaga ini, karena sekarang lebih dibutuhkan efisiensi dalam hal ini. Bagaimana tidak anggaran yang diminta sekolah ini sampai 150 milliar dan semuanya itu uang rakyat. Hasilnya pendidikan gimana?

Saya juga menyoroti website IPDN yang sejak terjadinya insiden kematian praja Cliff Muntu, website ini diserang dengan komentar-komentar panas. Lucu juga ya…

Kalau dilihat dari design,memang polingnya juga betul, website IPDN ini kurang informatif dan hanya menunjukkan yang bagus-bagus aja, insiden yang baru terjadi di kampusnya pun tidak ditayangkan.

Kalau pembaca sekalian ingin tahu juga, mengakses situs resmi IPDN di mapd-ipdn.or.id



Gambar di atas adalah beberapa tanggapan dari pembaca website IPDN yang kecewa yang kurang informatif.

Slogan website aja, mendidik dan mengembangkan, wah cocok ndak ya ?

Tanggapan terakhir saya, Lembaga Pendidikan ini memang patut dibubarkan, karena menghamburkan uang rakyat, kurang efisien karena hanya mendidik para birokrat pemerintah yang sarat dengan KKN. Yang terakhir, sekarang sudah era reformasi dan semua kembali ke rakyat, untuk jabatan camat ataupun kepala desa sekarang sudah melalui pemilihan secara bebas dari rakyat. Pertanyaannya, apa masih perlu sekolah ini?


Referensi :

Wikipedia

mapd-ipdn.or.id
03:33 | 0 comments

Search Fast Engine Mbah Google

Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini: